Apa kabar?
ah,pertanyaan klasik
Jika kau tanya keadaanku...
aku selalu baik-baik saja
tak ada yang luar biasa...
atmosfer perasaan kita yg menciptakannya sendiri
dan kita rayakan sendiri apa yg kita rasakan
seringkali kita itu aneh...
mencari sesuatu dimana-mana
walau kita
tahu sebenarnya dia dimana
ataukah karena kita terlupa?
Ah,ternyata sampai hari ini kita masih menjadi manusia,kawan
apa kabar?
Alhamdulillah,aku selalu baik-baik saja
29 July 2013
28 July 2013
NEGERI PUNGLI
Di Indonesia sudah menjadi biasa, melihat warga terlunta-lunta. Layanan publik dibisniskan, urusan warga jadi dagangan. Orang miskin jadi korban, lantaran dianggap hanya diam. Pelayanan jadi sapi perah, kewajiban terlacur menjadi hadiah. Kesadaran publik lama absen, saat warga dimaknai sebagai konsumen.
Birokrasi menjadi pemangsa, seiring lenyapnya daulat warga. Pejabat publik tutup mata, uang haram tak lagi berdosa. Sekeras itu hukum dibuat, sepandai itu pula praktek muslihat.
Hukum yang ditegakkan dengan retorika, hanya jadi bahan tertawa belaka.
Toleransi
Ada pesan yg penting yg disampaikan oleh KH
Quraish Shihab menjelang subuh kemarin.
Penting utk menjaga toleransi beragama
KH Quraish Shihab menyampaikan sbb: Sebagai muslim kita meyakini bahwa Islam adalah yg paling benar. Namun bagi orang Kristen agama merekalah ygmereka anggap paling benar. Demikian pula dg penganut agama lainnya.
Lantas siapa jurinya? Siapa yg berhak
memutuskan agama apa yg paling benar?
Jawabnya adalah Tuhan.
Lalu bagaimana kita tahu keputusan Tuhan tsb?
Tentu setelah kita kembali kepada Nya.
Pesan dari Quraish Shihab ini kami anggap sangat penting. Karena sbg umat beragama yg bisa kita lakukan adalah mengimani agama kita sendiri. Dan kita wajib sadar bahwa bagi setiap pemeluk agama akan menganggap agamanyalah yg paling benar.Kesadaran akan hal diatas akan mencegah kita utk saling menghina agama orang lain. Karena bagi kita agama merekalah yg salah. Namun bagi mereka agama kitalah yg salah. Tidak akan pernah ada kedamaian jika kita saling menyalahkan spt itu. Harus ada sikap bijaksana dari semua pihak. Sikap bijaksana tsb adalah kesadaran bahwa bagi setiap pemeluk agama, agamanyalah yg benar!
Dg kesadaran tsb kita akan dihindarkan dari
pertikaian yg tidak perlu dan sia2.
Maka biarlah masing2 pemeluk agama meyakini kebenaran agamanya sendiri tanpa perlu disalah2kan pihak lain.
Lagi pula saat kita menyatakan keyakinan pihak lain adalah salah maka kita sudah mengambil alih peran Tuhan. Dan yg terpenting adalah, tidak ada kemuliaan apapun yg akan didapat agama kita ketika kita menghina agama orang lain. Semoga semangat toleransi tumbuh subur di negeri ini. Krn hanya dg menjaga toleransi-lah kita sesungguhnya memuliakan agama kita masing2. Apalah artinya agama jika karenanya kita harus saling membenci bahkan saling membunuh sesama kita? Utk itukah agama diciptakan?
Jadi marilah kita memuliakan agama kita
masing2 tanpa perlu menghakimi agama pihak
lain . Salam
26 July 2013
Pernikahan Pertama SBY Sebelum Masuk Akabri
SELANGKAH MAJU PANTANG TUK RAGU !
Kebenaran itu akan membenarkan kebenaran itu sendiri
Cikeasleaks: Pernikahan Pertama SBY Sebelum Masuk Akabri sharing issue dari forum sebelah yang sebenarnya pernah beredar baik oleh Zainal Maarif, Jendral R. Hartono, maupun tertuang
dalam bukunya Letjen Sintong Panjaitan DUA PUTRI YANG DITUKAR KEKUASAAN
" KISAH 2 PUTRI PRESIDEN SBY "
Kisah ini bermula pada tahun 1968, saat seorang anak tentara bernama Susilo Bambang Yudhoyono, yang akrab dipanggil Sus oleh teman dan keluarganya, lulusan SMA Negri Pacitan Jawa Timur. Sus yang sekarang lebih akrab dipanggil SBY kemudian melanjutkan kuliah disalah satu universitas negri di kota Surabaya.
Di Surabaya inilah SBY menimba ilmu, dan sebagaimana remaja pada umumnya, banyak berkenalan dengan berbagai wanita. Diantaranya para wanita terdapat seorang wanita berdarah campuran Jawa-Philipina yang
bernama Ida, mereka memadu kasih dan berikrar untuk setia sehidup-semati. Dan pada tahun itu pula mereka melangsungkan pernikahan disebuah kantor catatan sipil diJakarta. Dampak pernikahan tersebut, kuliah Sus pun terganggu dan berantakan, apalagi saat itu Sus belum memperoleh penghasilan tetap. Seiring
perjalanan mahligai rumah-tangganya, Sus dan Ida dikaruniai 2 orang puteri dari perkawinan tersebut,yang bernama Adinda dan Devi. Beban hidup pun semakin terasa beratnya. Kemudian mereka pindah ke Malang, Sus melanjutkan pendidikannya, dengan kuliah di Pendidikan Guru SLP (PGSLP). Masuk Akabri meninggalkan anak dan istri. Pada tahun 1970 Sus (SBY) mencoba peruntungan nasibnya dengan berniat
memperbaiki masa depannya dengan mengikuti seleksi menjadi kadet Akabri, sekaligus melanjutkan cita-cita masa kecilnya serta memenuhi harapan ayahanda nya. Namun apa daya, salah satu persyaratan adalah calon Kadet / Taruna Akabri tidak diperbolehkan beristri (status lajang). Sus pun meminta pengertian istrinya, Ida agar ihklas untuk 'Menyembunyikan status perkawinan mereka' demi kelancarannya mengenyam pendidikan agar di Akabri. Alhasil, SBY akhirnya diterima masuk dan terdaftar di Akabri. Bak gayung bersambut SBY rupanya menjadi perhatian sebagaian besar pada pendidik. Selain tampan, SBY ternyata adalah Taruna yang
cerdas dan pandai mengambil hati . Tak disangka Gubernur Akabri saat itu (alm.Letjend TNI-AD. Sarwo Edi Wibowo) pun terpukau dengan kecerdasan dan ketampanannya. Hingga tak jarang SBY dan kawan-kawan Tarunanya kerapkali bertandang dan melapor segala sesuatu hal kerumah sang jenderal.
Tak terasa, SBY pun rupanya telah melupakan istri dan dua anaknya ketika salah satu putri sang jenderal menarik perhatiannya. Apalagi SBY segera mendapat 'lampu hijau' dan direstui untuk berpacaran dengan putri sang jenderal yang bernama Christiani yang kini akrab disapa Ani.
SBY menikah dengan ANI. Selesai pendidikan AKABRI pada tahun 1973 SBY tercatat sebagai lulusan terbaik dengan pangkat Letnan Dua. Dan setahun kemudian, tepatnya tahun 1974 SBY bertunangan dengan Ani yang dianggap sebagai "jalan Tuhan" yang harus dia tempuh kalau karir militernya mau lancar dan bersinar. Tahun 1976 SBY pun akhirnya secara resmi menikahi Ani dengan 'Status Bujangan'. Entah setan apa yang waktu itu menguasainya, sehingga istri dan kedua anaknya seolah dianggap tidak pernah ada. Bahkan hingga ke 2 puteri nya membutuhkan tunjangan hidup mereka sehari-hari pun tidak pernah dimasukkan dalam daftar tanggungan keluarga anggota TNI-AD. Selang beberapa tahun kemudian pada saat SBY dan Ani sudah dikarunia seorang anak laki-laki bernama Agus Hari Murti, saat itulah keberanian
SBY muncul untuk berterus terang tentang kebohongan nya selama ini pada Ani, dengan mengatakan bahwa sebelumnya dia sudah pernah menikah dan sudah punya 2 orang puteri. Bak disambar petir di siang bolong Ani kaget, terkejut, marah, panik dan frustasi. Bahkan mahligai rumah tangga nya pun, gonjang
ganjing terancam bubar. Namun turut campurnya peran fihak keluarga mereka yang segera turun tangan demi
menyelamatkan karir dan rumah tangga, serta nama besar keluarga, SBY diharuskan segera menceraikan istri pertama. SBY pun segera menceraikan Ida dan berjanji untuk bertanggung jawab soal kehidupan kedua
puteri nya. Namun untuk mendapat santunan hidup sebagai jaminan masa depan itu Ida harus bersedia menerima kesepakatan bahwa mereka tidak akan menuntut status sebagai mantan istri dan anak-anak kandung SBY sampai kapanpun. Ida pun kemudian menikah lagi dengan WNA Jerman dan bermukim di Jerman. Sementara Dinda dan Devi tetap di Indonesia bersama keluarga ibunya yang tinggal diJakarta. Dan waktu pun berjalan terus, sebagai tentara cerdas sekaligus menantu seorang jenderal saat itu, karir SBY pun semakin bersinar. Problema rumah tangga terlewati sudah, kebahagiaan rumah tangganya dengan Ani bahkan semakin bertambah dengan hadirnya anak laki-laki ke 2 yang diberi nama Edhi Baskoro. Kekecewaan ADINDA dan DEVI. Tahun 1990 sewaktu SBY menjabat Kepala Staff Teritorial TNI-AD, Adinda memohon kepada SBY agar sebagai ayah bersedia menjadi wali nikahnya. Karena saat itu Adinda sendiri akan dipersunting seorang pria pujaannya yang bernama Danang, putera dari Ir. H. Lukman Hakim (mantan Kepala Divisi Produksi Pertamina). SBY pun tak keberatan, bahkan pernikahan dilangsungkan dirumah dinas SBY diCilangkap secara sederhana. Namun kebahagiaan Adinda mendadak sirna ketika SBY ternyata tetap tidak mau mengakuinya sebagai anak. Karena pada para tamu SBY mengaku bahwa Adinda adalah keponakannya. Adinda sangat terluka saat itu. Devi sang adik juga yang mendengar perkataan
SBY pun sangat sedih. Meski terikat janji sang bunda (Ida) bahwa mereka tidak akan menuntut status.
Namun tentulah Adinda dan Devi ingin mendapatkan kasih sayang seorang ayahanda. Mengapa sang ayah (SBY) begitu tega memutar- balikkan fakta, dengan mengatakan mereka hanya keponakan ?
Adinda dan Devi pun akhirnya sadar, mereka bukan siapa-siapa, mereka sedih tak berdaya, namun hati nurani selalu bertanya, bukankah mereka juga anak yang sah ? Bukankah mereka juga berhak mendapatkan pengakuan sebagaimana layaknya seorang anak ? Ironisnya, inisial mereka berdua, Adinda dan Devi, juga tak tertulis dalam riwayat hidup sang ayah (SBY), saat tampil mencalonkan diri sebagai Capres 2004.
Dan saat arsip dinas dan kenegaraan juga tak pernah mencantumkan nama mereka, Adinda dan Devi harus bisa menerima kenyataan tersebut. Namun pada saat hak azasi mereka terus dikucilkan secara tak wajar dari sebagaimana layaknya kepribadian seseorang yang kini jadi figur kepemimpinan sebuah bangsa. Jelas saja, melahirkan protes yang selama ini terkubur dalam-dalam oleh 2 puteri yang kerap teraniaya .
Apalagi semua harta ayah mereka dikuasai atas nama ibu tirinya, ibu Ani, yang membuat mereka
tidak bisa menerima lagi semua kenyataan ini. ~ ADINDA menggugat ayahnya Janji untuk menjamin masa depan sebagai komitmen keluarga pasca perceraian ibunya. ternyata juga jarang mereka dapatkan. Akibatnya Adinda memberanikan diri menggugat ayahnya secara perdata dengan menyewa pengacara dalam pembagian harta gono gini. Di pengadilan Adinda memenangkan perkara dan memperoleh dua rumah di Pondok-Indah dan menteng Jakarta pusat, kedua rumah tersebut tidak mereka tempati dan dkontrakkan
saja hingga saat ini. Saat ini Adinda hidup sebagai orang biasa yang jauh dari publitas media, tinggal bersama suami dan anak-anakya dikawasan Jagakarsa, Jakarta
Selatan. Adinda adalah alumni Universitas
Trisakti dan bekerja sebagai konsultan pada
sebuah perusahaan pertambangan. Suaminya
Danang Bin H.Ir Lukman Hakim, pegawai di
Kementerian Pertahanan sebagai Kepala
Litbang. Mereka hidup rukun dan banyak
dibimbing oleh pamannya Dr. Sofyan Sauri (adik
dari Lukman Hakim). Sedangkan adiknya Devi
tinggal di Amerika-Serikat namun tidak banyak
diketahui aktifitasnya dan kehidupannya saat
ini.
~ Janji Ibu ANI kepada ADINDA
Dan pada saat SBY membutuhkan dukungan
pencitraan menjelang Pilpres 2004 dan 2009 ibu
Ani sering kali menghubungi via telepon pada
Adinda dan ibunya di Jerman, agar tidak usah
mengungkap dan meributkan status mereka di
dalam keluarga SBY. Karena Ani sangat kawatir
jika masalah itu bisa mempengaruhi popularitas
dan citra SBY, lebih -lebih saat menghadapi
Pilpres.
Ibu Ani menjanjikan bahwa status mereka akan
diselesaikan dan diungkap setelah SBY tidak lagi
menjabat sebagai Presiden Republik-Indonesia.
Mereka secara resmi akan dicantumkan dalam
daftar keluarga SBY.
Maka untuk saat ini mereka disarankan untuk
tetap bersabar sebelum dicantumkan sebagai
anak kandung dalam daftar keluarga secara
resmi.
~ TUTUP KASUS ITU , BERAPA PUN BIAYA NYA
SBY sangat sensitif dalam menanggapi setiap
berita ataupun pernyataan dari beberapa
sumber yang mengungkit masalah ini. Terhadap
siapapun yang mempersoalkan hal tersebut. SBY
langsung menugaskan TIM dan para intelnya
untuk membungkam.
Masyarakat mungkin sudah lupa dengan
pernyataan anggota DPR-RI Zainal Maarif yang
sudah melaporkan kasus pernikahan SBY
tersebut. Setelah didekati Zainal Maarif
belakangan mencabut laporan dan meminta
maaf. Dan aneh dia bahkan diangkat menjadi
Kader Partai Demokrat dan mendapat fasilitas
signifikan.
Demikian juga Jenderal TNI (purn) R.Hartono
yang pernah mengungkap masalah pernikahan
tersebut, ditaklukkannya dengan pendekatan-
pendekatan material finansial dan ancaman
pengungkapan rahasianya. TIM SBY juga sudah
tak terhitung berapa kali melakukan operasi
media dengan membungkam media massa
dengan dana yang sangat besar.
Dibalik potret keluarga ideal Kepala Negara
ternyata tersimpan kisah 'Penghianatan Cinta,
Kasih dan Sayang'. Kebohongan yang dilakukan
bukan hanya dilakukan terhadap keluarga,
tetapi terhadap seluruh Rakyat, Korps TNI-AD,
Bangsa dan Negara. Namun pengungkapan
kebohongan dan penghianatan ini selalu harus
berhadapan dengan kekuasaan, sebagian besar
berhasil disumpal dengan uang dan kuasa,
selebihnya tiarap karena juga akan diungkap
balik rahasia dan kejahatannya.
Setelah "Drama Century" dan "Sinetron
Nazaruddin" , akankah sepenggal kisah keluarga,
yang pantas diindikasikan sebagai 'PETUALANG
PENJAHAT KELAMIN' akan kah menjadi
pelajaran bagi rakyat Indonesia ? ataukah hanya
akan menjadi hiburan ala sinetron di tengah
kesulitan hidup rakyat jelata ?
Salam Kejujuran Anak negeri,
SELANGKAH MAJU PANTANG TUK RAGU !
Oleh : " Rakyat Bersatu "
Siapa orang tua kandung SBY yang
sesungguhnya Raden Soekotjo atau 'Supriadi'
kah..?
Bila terungkap Kebohongan SBY pra terdaftar
sebagai Taruna AKABRI. maka ibu Ani adalah
istri kedua SBY
" kebenaran akan membenarkan kebenaran
itu sendiri"
Re: Cikeasleaks : Pernikahan
forum.kompas.com/nasional/47839-cikeasleaks-pernikahan-pertama-sby-sebelum-masuk-akabri.html
24 July 2013
Gus Dur : Menuju RI-1 Hingga Jatuhnya Dari Tampuk Kekuasaan
CERITA TENTANG GUS DUR DAN
PEMIKIRANNYA
10 Oktober 1999, sebelumnya
pertanggungjawaban Habibie ditolak. Malam ini di gedung DPR dilakukan simulasi
pelantikan Megawati jd presiden
Ada 2 orang berpura pura jadi ajudan
Megawati berjalan di lorong tengah auditorium, mengambil posisi tengah di
podium utk pengambilan sumpah
Karena lelah, kelompok ini beranjak
pulang, dan seorang ajudan Presiden menanyakan bagaimana jika terpilih adalah
Gus Dur. Mereka tertawa
Esok ramalan terbalik. Gus Dur jadi
Presiden. Headline Majalah Economist “ Astaga, Gus Dur yang terpilih : Presiden
baru yang mengejutkan “
Gus Dur memang selalu mengejutkan.
Ketika semua orang menghujat dan menghalalkan darah Arwendo Atmowiloto. Hanya
Gus Dur yang membelanya
Ia mengatakan, Arswendo memang tolol
melakukan hal ini, namun bukan harus memenjarakan & membreidel harian itu.
Cukup diboikot saja tabloid
Jauh sebelumnya, Gus Dur sudah
mengejutkan dengan komitmennya thd kebangsaan dan pluralisme. Ketika ia
menggiring NU menerima azas Pancasila
Baginya ini kompromi terbaik, utk
memecahkan masalah sulit mengenai hubungan negara & agama. Terlihat dari
serangkaian tulisanya th70 - 80an
Argumentasi GD, konsitusi yg
menetapkan peran agama dlm negara akan membawa akibat tak menyenangkan bagi
kaum non muslim dan muslim sendiri
GD beranggapan jika negara menjadi
juri bagi masalah masalah agama, akan menjadi penginjak injakan kemerdekaan
beragama banyak warga
Oleh karena itu GD menganjurkan
negara mengambil jarak dalam urusan agama dan membiarkan organisasi agama yg
mengurus masalah mereka sendir
Gus Dur suka menceritakan pemahaman
pluralisme yg dipercaya sdh tumbuh dlm kultur NU sejak dulu. Misal kisah Kiai
Hasyim Asyari & Kiai Fakih
Kiai Hasyim Asy’ari beranggapan
karena kentungan tidak disebutkan dalam hadits nabi,maka diharamkan & tdk
bisa digunakan penanda waktu solat
Ia menulis di Suara NU,dlm pemujaan,
tradisi harus dipertahankan. Inovasi dibatasi pd penerapan sosial ajaran Islam,
bkn cara pemujaan dasar
Kiai Fakih, seorang ulama senior
lainnya membantah dlm artikel yang lain. Ia beralasan bahwa Kiai Hasyim salah
karena prinsip yang digunakan
Ini masalah qais, atau kesimpulan yg
didasarkan prinsip yg ada. Ia beranggapan kentungan memenuhi syarat sbgi beduk
utk menyatakan shalat
Sebagai tanggapan, Kiai Hasyim
mengundang ulama Jombang di pesantrennya. Ia meminta kedua artikel ini
dibacakan keras, lalu ia mengumumkan.
“ Anda bebas mengikuti opini yang mana, karena
dua duanya benar, tapi saya mendesak bahwa di pesantren saya, kentungan tidak
boleh dipakai “
Beberapa bulan kemudian Kiai Hasyim
diundang acara maulid Nabi di Gresik. Kiai Fakih sbg kiai senior di Gresik
menulis surat ke semua mesjid
agar kentungan diturunkan dan tidak
dipakai selama kunjungan Kiai Hasyim di Gresik, utk menghormati Kiai Hasyim.
GD terkesan dgn cerita ini
GD terkesan dgn cerita ini
GD beranggapan bahwa pluralisme dan
toleransi bisa diangkat dalam kancah yang lebih besar. Bangsa Indonesia
Ia dapat pelajaran dari ayahnya, ttg
arti kemajemukan. Rumah keluarga di Matraman dipenuhi tamu tamu dari beraneka
ragam suku, agama dan ras
Salah seorang sahabat ayahnya
seorang Jerman yg jadi mualaf & dipanggil Iskandar Bueller. Wahid Hasyim,
mengetahui si Jerman itu homoseksual
Ia tak peduli mengirim GD ke
rumahnya setiap sore, agar bisa belajar musik klasik. Disini Gus Dur kecil
mulai berkenalan dg musik Bethoven
Belum 12 tahun, GD patah tulang dua
kali. Jatuh dari pohon. Kecelakaan yg kedua, ia makan di atas pohon.
Kekenyangan, bikin tertidur, jatuh
Ia pernah tinggal kelas waktu SMP.
Alasannya pelajaran yg diterima tdk cukup menantang, sehingga ia pilih bolos
utk nonton bola atau film
Hal yg sama diulangi ketika ia
belajar di Kairo kelak. Ia lebih suka embaca buku di perpustakaan,nonton bola,
film dan diskusi di kedai kopi
GD tak pernah puas dg
pencapaiannya.Ia berontak, disuruh masuk kelas bahasa Arab, padahal ia mahir
berbhs arab krn pendidikan pesantrennya
Barang kali cukup sulit memahami apa
yang dikatakan Gus Dur. Paling tepat berusaha mengartikan yang tersirat
daripada yang tersurat
Sering kali apa yang dikatakan Gus
Dur bukanlah apa yang diketahui, melainkan merupakan apa yang diinginkannya
sebagai sesuatu yang benar
GD tak pernah peduli, selalu anggap
enteng permasalahan. Mungkin krn sikap terbukanya yg meledak2 utk menyemangati
dirinya dalam kesulitan.
Ada wartawan yg sedang
mewawancarainya – di tengah hiruk pikuk fatwa mati Salman Rusdie – menemukan di
atas meja kerja GD, tumpukan buku
Diatas meja GD ada tumpukan buku
sastra, novel intelejen, dan juga sebuah buku berjudul “ The Moor’s last sigh “
karya Salman Rusdie.
Minat baca GD luar biasa. Sejak
remaja Ia sudah membaca Das Kapital , Litte Red Book – Mao dan mencoba memahami
teori Plato dan Aristoteles
Ia suka cerita silat serta
pertunjukan wayang kulit. Membuatnya menghargai manusia. Cintanya akan
kemanusiaan dilengkap sastra klasik & film
Tak ada orang di Indonesia yg sama
pemahamannya dg Gus Dur ttg kebinekaaan,pluralisme, toleransi etnik, pemahaman
agama & hak asasi manusia
Ada yg bilang Gus Dur memang gagal
dalam urusan pemerintahan sehari hari. Namun ia tetap orang baik dan demokratis
Seorang cendekiawan Perancis, Andre
Feillard dulu dapat kabar salah bhw Gus Dur meninggal. Ia lalu cari Katedral
terdekat & berdoa untuknya
Padahal Andre, atheis – tidak pernah
ke gereja. GD tertawa diberi tahu kisah ini, Katanya, Di Perancis semua orang
yg terbaik memang atheis
Pada masa jabatan Gus Dur.
Barangkali yg paling menarik adalah hubungannya dg pihak militer, termasuk
ketika ia melakukan De-Wirantonisasi
Pengangkatan Agus Wirahadikusumah
sbg Pangkostrad menggeser Djaja Suparman, yg dikenal sbg klan Wiranto. Ini
membuat resistensi dari Djaja
Gus Dur sebelumnya berani mengangkat
seorang AL menjadi Panglima TNI, yg selama ini dikuasai AD. Ia juga memecat
Kapuspen Jend Sudrajat
Mafhud MD cerita ketika GD
mengangkat Panglima TNI dari AL. Banyak jenderal yg datang dan usulkan bahwa
Widodo terlalu lemah. Yg pas dari AD
Bahkan ketika saat Widodo jadi
Panglima dan ada issue pergantian lagi. Mafhud didatangi jenderal AD yg minta
agar jabatan kembali ke AD
Menurut Mahfud. Para jenderal AD
takut juga kalau Gus Dur, mengangkat Agus WK jadi Panglima. ' Jangan AWK, dia
tdk ikut pakem ' pinta mereka
Namun Yudi Krisnandi katakan Widodo
justru dipilih karena lemah, dan bisa dikendalikan AD. Ia menunjukan justru Wiranto
yg angkat Widodo
Wiranto mengatakan' Widodo saya
perpanjang, toh dia teman saya dan tdk terlalu kuat. Yg penting kita tunjukan
ke masy, bahwa AD tdk serakah"
Almarhum Munir juga berkata, '
Widodo itu bukan pilihan Gus Dur. Itu pilihan Wiranto. Ini menyangkut rivalitas
Wiranto dg Hendro, Agum '
Maaf salah ketik. Maksudnya qiyas. Bukan qais
..dalam tweet yg jauh sebelumnya
Yang menarik justru de-wirantoisasi.
Jenderal ini sering diartikan pro status quo & representasi orba. Maka Gus
Dur merasa hrs mendepaknya
Bondan Gunawan: 2 alasan pemecatan
Wiranto oleh GD. Penyelamatan dari pengadilan Internasional & memutus figur
yg punya hub dg kekuatan lama
Bondan Gunawan lebih tegas melihat
pemecatan Wiranto dilanjutkan dengan De-Wirantoisasi dg cara menggeser Djaja Suparman
dari Pangkostrad
Alasannya kelompok Wiranto
memanfaatkan gerakan radikalisme Islam lewat FPI. Kaitan ini dibenarkan oleh
Letjen Haryoto PS (mantan Kasospol )
Wawancara Letjend Haryoto PS, 2
Oktober 2002," Waktu itu Djaja Suparman & Nugroho Djayusman teman
dekat. Dulu mereka membangun kekuatan FPI"
Letjend Haryoto : "Mereka
dijanjikan, kalau Habibie jadi Presiden. Nugroho jadi Kapolri. Jadi saya kira
Djaja jg tak lepas dari janji2 itu "
Mayjen Saurip Kadi: GD buat
pemecatan utk menata instrumen TNI. Pernyataan Sudrajat yg bertentangan dg
demokrasi jg krn korupsi di Kostrad
Dewirantoisasi terkait dg issue
sebelumnya . Dokumen Bulak Rantai - entah benar atau spekulasi - yang dianggap
perlawanan pertemuan Lautze.
Bondan Gunawan yg dituduh terlibat
pertemuan Bulak Rantai menolak. Katanya, rapat Bulak Rantai itu dipolitisi oleh
KSAD Tyasno Sudarto
Menurutnya Tyasno ditekan Wiranto (
yg mengeluarkan dokumen palsu), dg ancaman membuka kasus uang palsu dimana
Tyasno dindikasikan terlibat
Dalam internal militer.Opini publik
dikembangkan utk melawan GD. Panglima TNI Widodo, mensosialisasikan prajurit
boleh membangkang ke atasan
Analogi Widodo. Dlm pelajaran baris
berbaris, kalau aba2nya salah. Jgn dilakukan perintahnya. Ini bentuk penolakan
TNI thd campur tangan GD
Rencana penggantian KSAD ditolak.
Kata Jend Endriartono Sutarto, bukannya saya menolak diganti. Tapi prosesnya
yang tidak wajar
Adi Massardi cuma mengatakan, bhw GD
cuma bilang ke Mabes. Apa Endriartono masih layak jadi KSAD, sebab lancang
mencampurkan urusan politik
KSAD percaya, Gus Dur akan
memberlakukan dekrit. Jabatan KSAD mungkin diberikan ke Johny Lumintang &
Agus WK jadi Panglima Darurat militer
Johny dianggap lebih diterima
mainstream daripada AWK. Resep tadi diajukan oleh Kepala BIN Letjen Arie
Kumaat, jadi penyangga utama dekrit
Anehnya. Mayjend Kivlan Zen yg sudah
tersingkir, datang ke Arie Kumaat dg membawa petinggi FPI untuk menawarkan
dukungan ke dekrit Presiden
Ini menguatkan cerita Letjend
Haryoto, sejumlah jenderal merapat ke Gus Dur untuk mengamankan dekrit. Tentu
saja dg harapan daoat jabatan
Kisah Agum Gumelar. Ia menyarankan
agar GD jangan mengeluarkan dekrit. Gus Dur berteriak ' Pengecut ! ' Sehingga
pengawal berhamburan masuk
Kenapa dekrit dalam maklumat itu
harus terjadi. Menurut Mafhud MD itu tergantung Gus Dur. Pilihan kompromi
selalu ada. Namun GD punya alasan
Kata GD, saya tdk mau demokrasi
dijalankan spt pasar, ada jual beli. Mahfud kecewa sekaligus kagum.. Kecewa krn
penyelesaian konflik gagal
Tapi sekaligus kagum, bahwa ada
orang spt GD yg mempertahankan prinsip, bahwa demokrasi bukan pasar (jual
beli). Tanpa memikirkan kedudukan
Nasi telah jadi bubur. Pukul 1.30
dini hari, Amien Rais menggelar rapim MPR.. Saat yg sama Akbar Tanjung. &
Din Syamsudin menolak dekrit.
Suasana di kediaman Megawati siaga.
2 panser tampak didepan rumah. Agum Gumelar, KSAL, Kapolda dan Kapolri ( non
aktif ) Bimantoro menghadap
Akbar T minta Bagir Manan sbg ketua
MA buat surat pembatalan dekrit. Surat diantar Bagir ke senayan. Dicurigai krn
Bagir sbg kader Golkar
GD ditinggalkan. Agum Gumelar &
Marzuki Darusman mundur jam 2 pagi. Matori A Djalil sdh sejak sore di ruang
kerja Akbar bersama Ginanjar K
Padahal menurut ketua PKB Jatim.
Choirol Anam, justru Marzuki dan Jen Luhut panjaitan yg menjamin pelaksanaan dekrit.
Keesokan paginya. SI MPR dibuka dan
Megawati duduk di kursi wapres. Kemudian sidang dibuka lagi pukul 3 setelah
Megawati bertemu dg Kyai NU
Jubir Istana menolak Fatwa MA karena
dibuat sendiri oleh Bagir Manan tanpa sidang hakim agung. Fatwa muncul sejam setelah
dekrit dibacakan
Kecurigaan bahwa ini rekayasa
mencuat, karena Bagir Manan sebagai kader Golkar. Juga rumah Bagir dikawal
tentara sebelum fatwa MA keluar
Jam 5 sore Amien Rais mencabut
mandat ke Gus Dur, mengangkat Mega jd presiden. Mobilnya diganti plat RI 1 dan
di istana, GD masih pakai RI 1
Jam 9 malam Gus Dur keluar istana
dengan memakai celana pendek, pakaian tidur & sandal jepit. Hampir mirip dg
Bung Karno saat keluar Istana
Komandan Garnisum Jend TB Hasanudin
langsung menyatakan siap melakukan pengawalan selama 2 minggu sampai proses
keluarnya GD selesai
TNI (militer) berperan dikejatuhan
Gus Dur. Jend Kiki Syahnakrie, ' Coba GD baik sama TNI, maka TNI akan baik.
Masak Dandim sampai diurusi '
Kiki jg bilang, anggota dewan
mikirnya utk kekuasaan. Kasus Bulog cuma dijadikan kendaraaan. Namun krn TNI jg
kecewa, maka berpihak ke DPR
Ujung cerita Gus Dur ingin
menguatkan civil society, maka militer harus direformasi. Namun karena masa
lalu, dan belum siap. Tentara menolak